“Berdosa” Memutus Mata Rantai (Missing Link) Khasanah Budaya

Posted: February 3, 2010 in Uncategorized

Catatan Festival Seni Budaya Tingkat Pelajar SLTA Tahun 2009 di Buntok

Selama empat hari, 27 s.d 30 Oktober 2009 Kota Buntok, Barito Selatan dipenuhi oleh para Seniman. Para seniman tersebut datang dari berbagai Kabupaten dan Kota di Kalimantan Tengah. Kabupaten yang berjuluk Bumi Dahani Dahanai Tuntung Tulus itu memang punya gawe besar dalam rangka memeriahkan ulang tahun emasnya dengan menggelar berbagai kegiatan, salah satunya adalah festival seni dan budaya yang dikhususkan bagi para pelajar SLTA se Kalteng.

Festival ini dibuka oleh Wakil Gubernur Kalteng, Ir. H. Achmad Diran bertempat di stadion Batuah Buntok. Ratusan peserta dan official dari beberapa kabupaten/kota ikut ambil bagian dalam rangka HUT Emas Kabupaten Barito Selatan tersebut. Selain kegiatan Festival budaya, juga dirangkai dengan kegiatan lomba Drumband dengan memperebutkan piala Gubernur Kalteng.
Setelah dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Kalteng, Senin (27/10) pagi, malam harinya pukul 19.00 WIB langsung digelar berbagai lomba, seperti penampilan vocal solo baik putra dan putri berlangsung di pentas terbuka Iringwito Buntok. Keesokan harinya, Selasa (28/10) dirangkai dengan lomba tari pedalaman, kemudian dirangkai dengan Tari Pesisir dan Lomba Lukis Legenda serta lukis Ornamen. Tuan rumah kali ini kembali menoreh prestasi meraih juara umum, dengan berhasil menyabet juara di berbagai kategori lomba.
Kegiatan festival tersebut merupakan kali keenam digelar, dipilih Kabupaten Barito Selatan sebagai tuan rumah tahun 2009, karena tahun sebelumnya kabupaten ini berhasil meraih juara umum. Memang, jika dilihat dari perkembangan lomba dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan yang signifikan dari segi kualitas termasuk tim juri dengan melibatkan pihak Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.
Para peserta dari masing-masing Kabupaten/Kota merupakan orang-orang pilihan yang mewakili daerahnya masing-masing dengan membawa sejuta harapan meraih yang terbaik, karena berkaitan dengan prestise daerah. Apalagi panitia tingkat Provinsi mengharapkan para pemenang tersebut nantinya bisa mewakili Kalteng pada kegiatan serupa di tingkat Nasional tahun 2010 mendatang.
Kegiatan semacam Festival Seni Budaya tingkat pelajar SLTA ini memang sangat perlu untuk terus dilestarikan dan dikembangkan, paling tidak, ini sudah menjadi event tahunan sejak tahun 2003 lalu. Namun sangat disayangkan, walaupun merupakan kalender tahunan, kali ini kegiatan tersebut tidak diikuti oleh seluruh Kabupaten/Kota di Kalimantan Tengah.

Berdasarkan catatan Panitia, beberapa Kabupaten bahkan absen dari seluruh kegiatan lomba. Sangat ironis memang, lagi-lagi hal ini berkenaan dengan alasan klasik apalagi kalau bukan masalah dana.

Sebenarnya, berbicara masalah berkesenian, kecintaan dalam berkesenian perlu di tanamkan sejak dini, notabene mereka adalah usia sekolah, karena Kesenian berfungsi untuk menumbuhkembangkan sikap toleransi, demokrasi, beradab, hidup rukun dan mampu mengembangkan kemampuan imajinatif intelektual. Selain itu, ekspresi melalui seni juga berfungsi untuk mengembangkan kepekaan rasa, keterampilan dan kemampuan  serta bekal kelak mereka dewasa dalam hidup bermasyarakat.
Seni memang perlu diperkenalkankan sejak dini kepada anak terutama pelajar karena dapat membentuk karakter seorang anak yang positif dengan mengutamakan nilai-nilai yang ada dalam jati diri, bukan saja jati diri daerah tapi lebih luas lagi jati diri bangsa dan negara.
Dari berbagai manfaat tersebut, tentu saja menjadi lebih penting di sini dibutuhkan tekad dan niat Pemerintah Daerah yang benar-benar utuh dengan betul-betul menganggarkan dalam mata anggaran untuk mengirim perwakilannya dalam berbagai event atau kegiatan kesenian.
Tidak ada alasan untuk berkata “tidak” untuk memperjuangkan kelestarian berbagai seni dan budaya khas Kalimantan Tengah sejak dini, terutama kepada para pelajar. Seperti kita ketahui, sebagian seni dan budaya Kalteng hampir tenggelam begitu rupa ditelan ganasnya perkembangan jaman.
Tanpa perhatian dan adanya sentuhan pemerintah, kerja keras dan upaya para seniman atau penggiat seni dalam menekuni jenis seni garapannya di daerah khususnya Kabupaten/Kota di Kalteng tidak akan berarti apa-apa. Alasannya realistis, perjuangan menghadapi gelombang pengaruh seni modern bukanlah pekerjaan mudah yang bisa diselesaikan cukup hanya berbekal semangat dan tekad kuat saja.
Diantaranya yang dianggap jauh lebih penting adalah munculnya tekad dan niat pemerintah daerah yang benar-benar utuh  dalam memperjuangkan kelestarian berbagai seni dan budaya Kalimantan Tengah,  salah satunya, tentu ada wadah atau tempat untuk berlomba, menampilkan garapannya, seperti mengikuti Festival Seni dan Budaya termasuk tingkat pelajar SLTA di Buntok ini.
Jangan sampai hanya karena egosentris belaka, menganggap banyak hal yang lebih penting, sementara sesuatu yang sangat penting terutama dalam menjaga, melestarikan khasanah budaya dan kesenian Bumi Tambun Bungai sebagai warisan untuk anak cucu kita malah terlupakan. Generasi kita “berdosa” memutus mata rantai (Missing Link) khasanah budaya dan kesenian warisan nenek moyang kita terdahulu.
Jadi, pemerintah daerah untuk memperjuangkan, menggiat dan melestarikan seni budaya Kalimantan Tengah apakah masih beralasan karena tidak punya fulus alias dana? (Alamsyah)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s