Menunggu Geliat Wisata Kalteng

Posted: April 7, 2009 in Uncategorized

n1067784167_30187100_3522Partisipasi masyarakat dalam pengembangan daerah tujuan wisata di Kalimantan Tengah dirasa masih rendah. Hal ini antara lain disebabkan karena tidak adanya ketentuan jelas dan merinci tentang keterlibatan masyarakat dalam pengembangan daerah tujuan wisata (DTW).

Sejauh ini kebijakan tentang peran serta masyarakat dalam pengembangan pariwisata hanya berisi himbauan agar masyarakat diikut-sertakan dalam upaya pengembangan tersebut tanpa adanya penjelasan persyaratan, tata cara dan tahap-tahap pelaksanaan.

Selain kurangnya peran serta masyarakat, juga hambatan dan halangan utama yang dihadapi dunia pariwisata adalah tradisi politik dan budaya Indonesia yang kurang mendukung, kondisi perekonomian yang kurang baik, kurang keahlian di bidang kepariwisataan, kurang saling pengertian antar pihak-pihak terkait, dan kualitas sumber daya rendah serta keterbatasan modal masyarakat.

Kegiatan pariwisata merupakan salah satu bentuk kegiatan industri berbasis masyarakat atau komunitas, artinya bahwa sumber daya dan keunikan komunitas lokal baik berupa elemen fisik maupun non fisik yang melekat dalam masyarakat merupakan salah satu unsur penggerak utama kegiatan pariwisata.

rumah_betang_tumbang_gagu2Departemen Kebudayaan dan pariwisata RI bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya punya program khusus dengan melibatkan masyarakat sebagai lini terdepan pelaku pariwisata ini. Kegiatan itu bertajuk  sadar wisata dan sapta pesona, ini dianggap penting karena berkaitan dengan pembangunan dan pengembangan sektor pariwisata pada umumnya.

Masyarkat lokal sesungguhnya telah menjadi bagian dari sistem ekologi yang sangat terkait, karena merekalah yang hidup berdampingan dengan satu obyek wisata, dimana posisi dan fungsi mereka sangat penting sebagai salah satu stake holder dalam pengembangan kepariwisataan dan pemanfaatan obyek wisata.

Di Kalimantan Tengah sendiri,  jika dibanding dengan provinsi lainnya, kondisi sektor pariwisata masih dalam tahap pembenahan, sebagian besar obyek dan daya tarik wisata yang ada saat ini masih dikelola oleh pemerintah daerah. Sebenarnya, keberadaan obyek dan daya tarik wisata tersebut menyebar merata di masing-masing kabupaten dan kota se-Kalteng.

Dengan banyaknya obyek dan daya tarik wisata tersebut diharapkan nantinya bukan hanya pemerintah, namun keterlibatan pihak swasta dalam hal ini investor juga sangat diperlukan terutama dalam hal memberdayakan masyarakat lokal, sehingga diiringi dengan peningkatan kualitas SDM yang ada, dengan begitu akan berdampak kepada peningkatan kunjungan wisata domestik dan manca negara ke Kalteng.

Seiring dengan meningkatnya pemahaman akan posisi masyarakat sebagai stake holder penting bagi suksesnya pengembangan pariwisata, maka akan tumbuh bentuk pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan destinasi pariwisata, meliputi, peningkatan potensi, kapasitas dan peran masyarakat, peningkatan usaha ekonomi masyarakat dan peningkatan sadar wisata seperti yang digalakan.

Pemko melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya tentunya berupaya keras untuk terus mendorong kesiapan masyarakat sekitar obyek dan daya tarik wisata, para mahasiswa, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan para pemangku kepariwisataan untuk dapat menjadi tuan rumah yang baik, serta mendorong pergerakan perjalanan nusantara maupun mancanegara ke Kota Palangka Raya. (Alamsyah)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s