Masyarakat Lini Terdepan Pelaku Pariwisata

Posted: April 7, 2009 in Uncategorized

n1067784167_30187097_2657Pembinaan sadar wisata dan sapta pesona yang dicanangkan pemerintah pusat menjadikan masyarakat sebagai lini terdepan sebagai pelaku dalam hal pariwisata. Karenanya, ada beberapa hal yang menjadi target program ini terutama memberikan pengertian, pemahaman tentang pariwisata kepada masyarakat.

“Sehingga masyarakat bisa melihat pariwisata sangat bermanfaat untuk kehidupannya. Dan secara nasional bahwa tujuan akhir pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan masyarakat,” jelas Kasubid Destinasi Ditjen Pariwisata RI,  Romli belum lama ini.

Khusus untuk Kalteng, banyak obyek pariwisata yang harus digarap. Menurut pengamatan pihaknya, perlu banyak pembenahan di Kalteng, dibandingkan daerah-daerah lain. Dia berharap, masyarakat di Kalteng khususnya, dapat memahami dan mengerti apa sebenarnya manfaat dari sektor kepariwisataan ini, sehingga masyarakat harus berperilaku terhadap pariwisata.

Pasalnya, kunci keberhasilan pariwisata ada empat komponen yang harus saling sinergis, dan tidak memandang bahwa satu lebih penting dari yang lain. Yaitu, potensi, akses, dukungan fasilitas penunjangnya, dan masyarakatnya, sebagai pelaku.

”Kalau masyarakat tidak jalan, pasti sulit untuk mengembangkan pariwisata,” tandasnya.
Misalnya, apabila masyarakat memandang negatif wisatawan yang datang, dengan berperilaku tidak baik, contohnya mengganggu sehingga keamanan tidak kondusif, maka berpengaruh terhadap citra pariwisata. Sebab itu, masyarakat harus betul-betul siap sebagai pelaku dan sebagai tuan rumah, karena perilaku sangat berpengaruh sekali terhadap citra pariwisata.

Menurutnya, manfaat pariwisata yang lebih dulu menikmatinya adalah masyarakat. Sedangkan dilihat pada suatu obyek, misalnya wisatawan membeli makan di lokasi, menikmati hiburan di lokasi.
Kenapa Bali lebih dikenal? jelas Romli, karena Provinsi Bali memang sudah lebih lama, dan masyarakatnya katakanlah sudah mendarah daging dan menyatu.

“Jadi, tanpa pariwisata mereka tidak bisa hidup layaknya. Jadi begitu ada Bom Bali, mereka bersama-sama merasakannya sekali. Masyarakat sudah merasakan satu nafas seperti Bali, Insya Allah pariwisata di Kalteng bisa maju.  Untuk itulah tugas kita mempromosikan ke luar bahwa Indonesia tidak hanya punya provinsi, tapi juga provinsi lain,” tuturnya. (Alamsyah)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s