Belum Semua Destinasi Wisata Gaet Banyak Wisatawan

Posted: April 6, 2009 in Uncategorized

n1067784167_30187098_2933Sumber Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata RI, sejauh ini baru 16 dari 33 destinasi tujuan wisata yang berhasil menyerap sekitar 90 persen total wisatawan nusantara dan mancanegara.

Kenyataan ini mengartikan bahwa belum semua destinasi wisata di Indonesia berhasil menggaet sebanyak mungkin para wisatawan.

Dengan demikian hal ini menggambarkan masih terjadi kesenjangan penyebaran destinasi yang ada. Oleh karena itu, arah dan kebijakan pengembangan destinasi pariwisata nasional memerlukan pendekatan pertumbuhan dan pemerataan pengembangan destinasi yang memiliki daya saing di seluruh Indonesia.

Salah satu upaya Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan pemerataan destinasi wisata Indonesia adalah menetapkan beberapa destinasi unggulan wisata,” ujar Kabid Destinasi Kementrian Pariwisata RI, Wibowo  pada saat rapat koordinasi pengembangan destinasi pariwisata yang di gelar di Meeting Room The Muhammad Subuh Center Subud Palangka Raya beberapa waktu lalu.

Selain di Kota Palangka Raya, Rakor tersebut digelar oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI di lima kota lainnya, yakni Jakarta, Surabaya, Menado, Pangkal Pinang, dan Jayapura.

Dijelaskan, pada tahun 2007 lalu, Pemerintah Indonesia melalui Departemen Kebudayaan dan Pariwisata telah menetapkan lima destinasi wisata unggulan yaitu Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatera Barat.

Sedangkan untuk tahun 2008 ini telah ditetapkan pula penambahan lima destinasi wisata unggulan baru yaitu Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, dan Irian Jaya Barat.

“Perspektif penetapan destinasi unggulan wisata sebagai unsur vital dalam pengembangan kepariwisataan berkenaan dengan upaya meningkatkan kinerja pembangunan pariwisata daerah. Kemampuan destinasi wisata didukung oleh peranan dan kolaborasi sektor terkait untuk meningkatkan keunggulan daya saing masing-masing destinasi wisata,” ujarnya.

Rapat koordinasi tersebut digelar dalam rangka menyatukan pemahaman dan persepsi yang kondusif untuk meningkatkan kualitas dan kinerja pembangunan kepariwisataan mendukung pengembangan destinasi pariwisata. Serta dalam rangka untuk meningkatkan koordinasi dan forum komunikasi sinergisitas pembangunan pariwisata memperkuat komitmen dan arah pengembangan destinasi pariwisata.

Disebutkan Wibow, keberhasilan pengembangan destinasi pariwisata dilakukan secara profesional, terpadu secara sektoral dan kewilayahan, memiliki konsep jelas, didukung oleh sistem, jasa, infrastruktur dan layanan yang handal serta diperkuat oleh strategi pemasaran yang aktif, intensif dan fokus.

“Dengan demikian diperlukan koordinasi sektor terkait dalam rangka menata dan mengembangkan kepariwisataan. Berbagai aspek terkait dalam pengembangan kepariwisataan secara umum seperti diversifikasi produk, daya tarik, mutu pelayanan interprestasi budaya atau alam dan manajemen pembangunan kepariwisataan daerah yang dikaitkan dengan pengembangan wilayah dan pernberdayaan masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menguraikan, selama ini ada beberapa kelemahan terhadap sejumlah aspek penting dalam pengembangan destinasi pariwisata. Sebagai upaya pemantapan dan percepatan otonomi daerah, tentunya dibutuhkan dukungan terhadap pengembangan daya tarik pariwisata daerah. Wujud dukungan tersebut adalah perencanaan pengembangan daya tarik pariwisata dan pembangunan daya tarik pariwisata.

Keterpaduan pengembangan destinasi secara secara sistematik dan komprehensif tersebut, diharapkan akan mampu meningkatkan kinerja pembangunan kepariwisataan nasional.

Sementara, Wagub Kalteng Ir H Acmad Diran mengatakan destinasi pariwisata merupakan unsur vital sekaligus penggerak utama bagi wisatawan dalam menentukan perjalanan maupun kunjungan wisatanya ke suatu daerah atau negara.

Dan keberhasilan pembangunan pariwisata sangat didukung oleh pengembangan destinasi pariwisata secara profesional, terpadu secara sektoral dan kewilayahan memiliki konsep yang jelas didukung oleh sistem jasa pelayanan yang handal, serta diperluas oleh sistem dan strategi pemasaran yang aktif, terfokus dan terpadu.

“Untuk dapat memberikan kepuasan dan pengalaman kunjungan berwisata yang optimal kepada wisatawan diperlukan adanya keterpaduan dan keterkaitan diantara para pelaku pariwisata dalam penyediaan dan penyajian destinasi pariwisata yang bercirikan pada keunikan, kekhasan dan kelokalan sebagai daya tarik utama pariwisata Indonesia. Sehingga destinasi Indonesia mampu bersaing yang ada saatnya nanti,” pungkasnya. (Alamsyah)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s