Dampak Pemanasan Global Seabad Kemudian

Posted: April 5, 2009 in Uncategorized

2.000 Pulau di Indonesia Bisa Tenggelam

by yahoo.com

Meski tidak terlalu menghebohkan dibanding menyeruaknya kasus korupsi yang dilakukan kalangan oknum anggota dewan, pejabat atau skandal artis, namun diakui atau tidak bahwa dampak pemanasan global (global warming, red) sudah sangat terasa dan nyata.

Kalau mau jujur, bila membandingkan suasana lingkungan alam antara sekarang dengan 5-10 tahun sebelumnya, tentu ditemukan suatu perbedaan yang signifikan.

Bandingkan saja, semasa masih kanak-kanak tentu semua betah berlama-lama bermain di alam terbuka tanpa merasa sangat kepanasan dan risih. Namun sekarang, jangankan berjemur berlama-lama, diam di bawah terik matahari 5 menit saja sudah membuat kepala berkunang-kunang akibat kepanasan.

Disadari pula, betapa seringnya bencana banjir atau longsor yang terjadi di beberapa daerah belakangan ini, padahal sebelumnya jarang didengar. Belum lagi isu krisis pangan dan munculnya sejumlah penyakit mematikan yang disebarkan virus tak terdeteksi sebelumnnya seperti flu burung. Semua itu adalah dampak pemanasan global yang kian hari semakin menjadi.

Perubahan iklim global ini tidak bisa dianggap remeh. Berdasarkan data disebutkan bahwa perubahan temperatur global 100 tahun ke depan akan mencapai 1,5-4,2 Celcius. Peningkatan temperatur ini tentunya akan membawa malapetaka, dunia akan mengalami tambahan 12 juta penduduk terancam kelaparan, lebih dari 2 miliar orang kekurangan air, 228 juta jiwa terkena malaria, 20 juta jiwa akan mengalami bencana banjir dan sekitar 2.000 pulau Indonesia dipastikan tenggelam.

Disamping itu, berdasarkan pemberitaan dunia disebutkan pula bahwa saat ini lapisan es Antartika di Kutub Selatan telah mengalami kondisi kritis. Bagian barat benua beku tersebut pecah sehingga bongkah es seluas tujuh kali Kota Manhattan, AS atau sekitar sepertiga luas Jakarta, lepas ke lautan lepas.

Menurut berbagai sumber di Internet, salah satunya adalah ilmuwan Survey Antartika Inggris (BAS), David Vaughan, meskipun peristiwa pecahnya bongkah es dari tepian Antartika sering terjadi, kejadian yang menyebabkan pecahan sebesar ini termasuk jarang.

Bongkah es yang lebih besar baru terjadi dua kali yakni di tahun 2022 dan 1995. Namun, para ilmuwan khawatir kejadian seperti itu akan semakin sering terjadi akibat peningkatan suhu atmosfer.

Bila direnungi dengan seksama, kondisi ini tidaklah mengherankan. Akibat perbuatan sebagian besar umat manusia, pemanasan global terjadi dengan cepat tanpa memberi banyak waktu untuk mencegahnya. Sedangkan yang dapat dilakukan sekarang hanyalah mengeliminir dampak kerusakan, agar kepunahan tempat bernaung umat manusia tidak terjadi terlalu cepat.

Bila semua peduli dengan keberlangsungan alam bagi anak-cucu di masa mendatang, tentunya hanya perlu melakukan berbagai langkah antisipasi sederhana dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya melakukan penghematan penggunaan air, hemat listrik, meminimalisasi penggunaan mobil yang tidak perlu serta melakukan penanaman pohon.

Meski sederhana namun dilakukan oleh semua orang, diharap mampu mencegah terjadinya pemanasan global yang parah, diantaranya menggunakan lampu pijar hemat energi, jangan membuka kulkas terlalu lama, matikan peralatan elektronik rumah tangga bila tidak diperlukan, penuhi perkarangan dengan tanaman, gunakan makanan yang berbahan baku alami, gunakan bus untuk perjalanan jauh serta hematlah dalam penggunaan kertas.

“Marilah bersama merawat bumi, sebab bila bumi ini punah tidak ada tempat berpijak kedua bagi umat manusia selama di dunia. Kasihanilah Bumi terutama di Kalteng ini sebagai Heart of Borneo, jantung dan paru-paru duniaa” . (Alamsyah)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s